Gue pingin bicarain yang namanya nationalisme. Ini adalah masalah yang sangat penting untuk dibicarakan untuk anak anak muda zaman sekarang maupun masa mendatang. Karena ini adalah fondasi dari berdirinya negara yang hebat ini yaitu INDONESIA. Nasionalisme itu dibagi 2 yaitu:
1.Perspektif moderenis, menggambarkan nasionalisme sebagai fenomena baru yang memerlukan kondisi struktural masyarakat modern untuk eksis.
2.Perspektif primordialis,menggambarkan nasionalisme sebagai refleksi dari kecenderungan evolusi kuno dan dirasakan manusia untuk mengatur kelompok yang berbeda.
Gue bakal banyak membahas tentang nasionalisme berdasarkan perspektif moderenis, yaaa karena kita hidup di zaman moderen bukan? Gue ingin mengutip sebuah kata dari seorang proklamator kita Dr.(HC).Ir. Soekarno " Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." Inilah masalah yang sudah kita hadapi dimasa masa ini yang mungkin berdasarkan pandangan gue sehari hari. Musik adalah sebuah media yang sangat jelas yang didengar oleh seluruh kalangan. Tetapi gue ingin lebih fokus di kalangan gue yaitu kalangan "anak muda"(gue masih muda loohh.. hehe).
Musik itu adalah gaya hidup ato "lifestyle" bahasa kecenya, jadi otomatis semua orang pastinya tidak bisa lepas dari musik. Gue ingin mengajak anak muda agar lebih mencintai produk dari dalam negeri. Mungkin agak berat (atau mungkin sangat berat) untuk bisa mengakui bahwa dangdut adalah sebuah musik yang harus dicintai. Kalo kata project pop kan "dangdut is the music of my country". Yahh memang mungkin untuk beberapa kalangan bahwa ajakan gue ini rada kontroversial yaa karena steriotype dangdut yang banyak orang bilang musik pembokat lah, musik kuli bangunan lah, low class lah, kampung lah etc.
Yaahh memang untuk pertama kalinya untuk mengakui dan mencintai musik ini agak berat buat gue karena dari kecil memang gue lebih sering mendengarkan musik musik luar negeri sampai sekarang. Tetapi gue sempat merenungkan apa perkataan bokap gue yang sampai detik ini terngiang di kepala gue, begini kata kata bokap gue: "bil, apa kamu pernah berpikir suatu hari nanti ketika cucu kamu ngomong begini sama teman temannya pake bahasa asing, aku pernah dengar yah mungkin di majalah atau di internet ada sebuah negeri yang disebut INDONESIA. Katanya sih yaa nenek moyang ku orang INDONESIA. Tapi sekarang negara itu ada dimana ya?" Itu kata kata yang sampai detik ini yang ga bakal gue lupa sampai kapan pun. Merinding gue ngedenger kata kata itu yang terucap dari bokap gue. Gue juga banyak merenung dan melihat fenomena fenomena yang terjadi di negeri orang.
Contohnya kita ambil di negara Paman Sam ato United States of America, kita semua mengenal musik Jazz. Siapa sih yang bilang musik jazz itu musik kampungan, alay, norak dsb? Yahh itu semua yang jelas memang terjadi pada akhir abad 19 dan awal abad ke 20 yang bilang musik tersebut yang nasibnya seperti musik dangdut yang notabanenya musik budak, malah lebih parah nasib musik jazz dibanding musik dangdut. Siapa sih yang mendengarkan musik jazz kalo bukan African-American yang pada masa itu pekerjaan mereka hanya sebagai budak (lebih parah mana budak sama pembantu?) Musik tersebut memang menjadi media buat mereka untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan pada masa perbudakan di sana. Tetapi justru malah musik tersebut diangkat oleh kaum yang menjajahnya menjadi musik yang sangat populer pada awal tahun 1920. Coba bayangin malah kaum kulit putih yang ngangkat musik tersebut menjadi lebih berarti, padahal mereka sangat merendahkan derajat kaum kulit hitam pada masa itu. Musik tersebut malah menjadi berkembang menjadi berbagai macam genre seperti swing, soul, blues, dan masih banyak lagi yang sampai detik ini masih dimainkan oleh berbagai macam musisi di seluruh dunia. Dengan bangganya Amerika menganggap musik tersebut merupakan sebagian Pop Culture-nya masyarakat mereka. Kalo bukan masyarakat Amerika yang mengangkat derajat musik tersebut, siapa lagi? Dan untuk masa sekarang, siapa coba yang bilang musik jazz itu musik kampungan? Cuman orang mabok kali yaa yang ngomong begitu.. hehe. Malah dengan bangganya kita membuat sebuah festival yang sangat happening dimasa sekarang sekarang ini, apalagi kalo bukan Java Jazz Festival. Coba malah kita yang membangga banggakan budaya luar.
Gue juga pingin ngebahas tentang musik Punk yang derajatnya bisa dibilang sama seperti musik dangdut pada masanya. Musik punk itu bisa dibilang musik pemberontak dan sangat dijauhi oleh kalangan atas karena gaya mereka dan musik mereka yang kontroversial yang lari dari norma norma sosial yang berlaku pada masa itu. Karena tumbuh kembang musik tersebut dari kalangan bawah yaitu kuli bangunan, pengangguran, dan para kriminal. Seluruh dunia mengecam musik tersebut, puncaknya ketika Sex Pistol mengeluarkan sebuah judul lagu yaitu God Save The Queen yang merupakan sebuah bentuk protes kepada Ratu Elizabeth II beserta keberlangsungan monarkinya yang dianggap fascist (model kepemimpinan Hitler) untuk mereka. Dan sekarang bisa kalian semua liat betapa banyaknya band punk yang bertebaran di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia, malah sekarang musik tersebut lebh ramah didengar tidak sekasar pemusik punk zaman dulu.
Sebenernya masih banyak banget musik yang bertebaran di tanah air contohnya keroncong, gambus, campursari, dan sebagainya yang masih belum terjamah para pihak label yang ingin menaikan harkat dan derajat musik tersebut. Gue sih hanya ingin beropini bahwa kita harus mencintai yang kita punya, jangan terlalu mencintai yang engga kita punya, bener ga sih? haha. Karena sudah terbukti bahwa sesuatu yang kita banggakan kepada orang lain pastinya mereka akan memberikan apresiasi terhadap apa yang kita punya. Walau itu jelek atau bagus toh yang paling penting kita sudah menunujukan hal tersebut dimata dunia. Lagian pada awalnya musik musik yang kece di zaman sekarang toh melewati banyak kontroversi dan segala macam kritik, tapi toh mereka tetap banyak peminatnya dan tetap eksis. Jadi yang gue pingn sampein di blog kali ini adalah belajar mencintai yang kita punya. Walau itu sulit tapi worth it. Sekian blog gue kali ini.. terima kasih, have a nice day, BYE !